KONSEP KEBAHAGIAAN MENURUT MARTIN SELIGMAN DAN RELEVANSINYA TERHADAP HIDUP ORANG PERCAYA

Main Article Content

Heber Rona

Abstract

Happiness is a fundamental aspect of human life, as everyone longs for a meaningful and joyful existence. However, happiness is often misunderstood as something materialistic or temporary, which in turn produces negative rather than positive impacts. This study aims to examine the concept of happiness as defined by Martin Seligman within the framework of positive psychology, as well as the idea of happiness from the perspective of Christian believers. Using a descriptive qualitative approach through literature review and interviews, this research seeks to identify similarities and differences between the two perspectives. The findings indicate that Seligman’s concept of happiness emphasizes psychological dimensions such as positive emotions, engagement, and meaning in life. In contrast, the believers’ idea of happiness is rooted in a relationship with God and the acceptance of His grace. This comparison provides a more comprehensive understanding of happiness and affirms that integrating positive psychology with faith can help believers respond authentically to the happiness God bestows.


Kebahagiaan merupakan aspek fundamental dalam kehidupan manusia, karena setiap orang senantiasa mendambakan hidup yang bermakna dan penuh sukacita. Namun, tidak jarang kebahagiaan disalahpahami sebagai sesuatu yang bersifat materialistis atau sementara, sehingga justru menimbulkan dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kebahagiaan menurut Martin Seligman dalam kerangka psikologi positif serta konsep kebahagiaan menurut orang percaya dalam perspektif iman Kristen. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur dan wawancara, penelitian ini berupaya menemukan persamaan dan perbedaan dari kedua perspektif tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebahagiaan menurut Seligman menekankan pada aspek psikologis seperti emosi positif, keterlibatan, dan makna hidup, sedangkan kebahagiaan menurut orang percaya berakar pada relasi dengan Allah dan penerimaan atas anugerah-Nya. Perbandingan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kebahagiaan, sekaligus menegaskan bahwa integrasi antara psikologi positif dan iman dapat membantu orang percaya merespons kebahagiaan yang dianugerahkan Allah secara autentik.

Article Details

How to Cite
Rona, H. (2025). KONSEP KEBAHAGIAAN MENURUT MARTIN SELIGMAN DAN RELEVANSINYA TERHADAP HIDUP ORANG PERCAYA. Masokan Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 5(2), 110–126. https://doi.org/10.34307/misp.v5i2.140
Section
Articles

References

Banataro, Menurut Endang Pasaribu & Kris. Merengkuh Kasih Allah Pilar Membangun Keluarga. Edited by Guntur HS Silaban. Jogja: Karya Bakti Makmu Indonesia, 2025.

Canfield, Norman. Dasyatnya Kekuatan Berpikir Positif: Plus Kisah Inspiratif Public Figure Mengubah Hidup Dengan Berpikir Positif. Jakarta: Banana Books, 2016.

Cindy Dwi Rohmah, Muslimah, M. Redha Anshari. “Dampak Pola Interaksi Orang Tua Dalam Membangun Kepercayaan Diri Anak.” Jurnal Penelitian Pendidikan 10, no. 2 (2023): 55–64.

Damayanti Nababan, Kharista Hany Frikana Purba, Agustina Silaban, Netti, Abdel Jessica Lorensia Turnip, Lisna Wati Solin, Naomi Gabriella Hutapea, Rani Apriana Lase, Irawati Adelia br Sianturi, Marta Ragillia Simanjuntak, and Rimhot Maruli Tua Sinaga Purba. “Pergaulan yang Benar Menurut Alkitab.” Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 4, no. 2 (2023): 12365–71.

Datu, Selpi Ana. “Menolong Anak Tunanetra di Kelas VI Membangun Relasi dengan Tuhan Melalui Membaca Alkitab Menggunakan Aplikasi Audio Bible.” Alethia Christian Educators Journal 3, no. 1 (2022): 67–77.

Fera Monika, Salotina Nabyal, Enggel Pahabol, Aris Seno. “Teologi Kristen dan Etika Pergaulan sebagai Fondasi Alkitabiah dalam Membangun Interaksi Sosial yang Baik.” Humanitis: Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis 3, no. 2 (2025): 400–409.

Firmanto, Yakobus Banusu dan Antonius Denny. “Kebahagiaan dalam Ruangkeseharian Manusia.” Forum Filsafat dan Teologi 49, no. 2 (2020): 51–61.

Fuadi. “Refleksi Pemikiran Hamka tentang Metode Mendapatkan Kebahagiaan.” Substantia Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 20, no. 1 (2018): 17–34. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/substantia/article/view/3403.

Ginting, Baskita. “Kebahagiaan Orang Percaya: Refleksi Teologis Matius 5:1-12.” Illuminate 1, no. 1 (2018): 1–21.

Handi Brata, Dinda Maulidya Hartiningsih, Nina Febriana Dosinta. “Malleable Mental Accounting dan Makna Kebahagiaan Selama Pandemi Covid-19.” Jurnal Akuntansi Multiparadigma 13, no. 1 (2022): 16–31.

Haryanto, Fatchiah E. Kertamuda & Handrix Chris. “Syukur sebagai Sebuah Pemaknaan.” Jurnal Ilmiah Psikologi 18, no. 2 (2016): 109–18. https://ejurnal.mercubuana-yogya.ac.id/index.php/psikologi/article/view/395.

Hill, Napoleon & Michael J. Ritt, Jr. Kunci Berpikir Positif Ala Napoleon Hill: 10 Langkah Menuju Kesehatan, Kemakmuran, dan Kesuksesan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2019.

J.Banoet, Fiktor. “Pembacaan Martabat Manusia sebagai Teks untuk Konstruksi Budaya Damai Ala Levinas dan Murdoch.” Jurnal Teologi Cultivation 4, no. 2 (2020): 84–110.

Junaidin, Roni Hartono, Ayuning Atmasari, and Muslim. “Gambaran Gratitude ‘Kebersyukuran’ pada Remaja di Sumbawa: Perspektif Psikologi Positif.” Journal of Social Science Research 3, no. 6 (2023): 2932–39.

Jusmiati. “Konsep Kebahagiaan Martin Seligman: Sebuah Penelitian Awal.” Jurnal Uindatokarama 13, no. 2 (2017): 359–74.

Kasingku, Juwinner Dedy, Feronika Evlita Siwu, and Alan Hubert Frederik Sanger. “Menjaga Orang Muda agar Tetap dalam Pergaulan yang Benar.” Journal on Education 5, no. 4 (2023): 12368–76.

Khatfah, Maulana Abi. “Kebahagiaan dalam Pandangan Imam Al-Ghazali dan Thomas Aquinas: Perbandingan Spiritual dan Filosofis.” Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan 2, no. 2 (2024): 192–205.

Kitatulus. “Apa Itu Introspeksi Diri, Manfaat, dan Cara Melakukanya.” Accessed November 5, 2024.

Lawalata, Fatieli Halawa & Mozes. “Makna Kebahagiaan Menurut Filsafat Kristen: Meraih Kebahagiaan Abadi dalam Tuhan.” Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik 2, no. 2 (2024): 121–31.

Reza Rifki1, Fadhila Tunnissa, Rini Agustin1, Rita Muliyani, Aqil Albanna, Ida Fitria. “To Pursue Happiness: A Qualitative Analysis of Punker Community in Banda Aceh City.” Indonesian Psychological Research 3, no. 1 (2021): 31–37.

Makarim, Fadhli Rizal. “7 Manfaat Introspeksi Diri yang Baik bagi Kesehatan Mental.” Accessed November 5, 2024. https://www.halodoc.com/artikel/7-manfaat-introspeksi-diri-yang-baik-bagi-kesehatan-mental?srsltid=AfmBOopWMgB1e-lgh5dOFb10rjjZWg7akke5z9kDLa-Ui7ua3SkYL7AV.

Muhammad Subhan Iswahyudi, Lismawati, Rindi Wulandari, Harun Samsuddin, Ida Sukowati, Sri Nurhayati, Mohamad Makrus, Mekar Meilisa Amalia, and Ni Putu Eka Febianingsih Hanim Faizah. Buku Ajar Metode Penelitian. Edited by Efitra Sepriano. Jambi: Sonpedia Publishing Indonesia, 2023.

Norville, Amy Newmark & Debora. Chicken Soup for the Soul: Kekuatan Bersyukur 101 Kisah Tentang Berterima Kasih yang Dapat Mengubah Hidup. Jakarta: Gramedia Pusataka Utama, 2018.

Nugraha, Aditya Wahyu. Jenis-Jenis Penelitian: Metodologi Penelitian. Edited by Asosiat & Suhardi. Padang: CV Gita Lentera, 2024.

Perdana, Fani Juliyanto. “Pentingnya Kepercayaan Diri dan Motivasi Sosial dalam Keaktifan Mengikuti Proses Kegiatan Belajar.” Jurnal Edueksos 8, no. 2 (2019): 70–87.

Pranoto, David Susilo. “Studi Eksegetis Ungkapan Mengucap Syukur dalam Segala Hal Menurut 1 Tesalonika 5:18.” Jurnal Teologi Agama Kristen 3, no. 2 (2017): 113–30.

Putra, Muhammad Afianda. “Psikologi Positif: Mencari Kebahagiaan dan Kualitas Hidup yang Lebih Baik.” Literacy Notes 1, no. 1 (2023): 1–8.

Rahmafadhila, Aulia, Clarabel Simaremare, Devina Amanda Putri, Fariduddin, Attar, and Suryo Ediyono. “Konsep Kebahagiaan Menurut Psikologi Positif.” The Concept of Happiness According to Positive Psychology, n.d.

Riski, Cut Nadia. “Hubungan Kepercayaan Diri dengan Optimisme Menyelesaikan Skripsi pada Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh.” UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2021.

Saputro, Paulus Kunto Baskoro & Anon Dwi. “Konsep Biblika Pengharapan Kebahagiaan Menurut Filipi 2:1-4 dan Implementasinya bagi Jemaat Masa Kini di Era Disrupsi.” Hupēretēs 4, no. 1 (2022): 1–13.

Sarmadi, Sunedi. Psikologi Positif. Edited by Syarifan Nurjan. Yogyakarta: Titah Surga, 2018.

Sihombing, Sempurna, Rut Ketlin Nababan, Britti Rosalina Togatorop Andar, and Gunawan Pasaribu. “Peranan Pendampingan Konseling Kristen dalam Meningkatkan Percaya Diri Siswa Kelas X SMK Nahason Sipholon.” Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2, no. 2 (2023): 11957–70.

Stevanus, Kalis. Cecok, Tapi Sudah Cocok. Yogyakarta: Andi, 2014.

Sunarto, Amelia, and Vena Melinda Tiladuru. “Menghadirkan Kebahagiaan melalui Kesejahteraan.” Society: Jurnal Pengabdian Masyarakat 6, no. 2 (2023): 325–28.

Tadjid, Heri Kurniawan. Berpikir Positif dengan Al-Quran & Al Hadits Itu Ada Seninya. Edited by Nurti Lestari. Yogyakarta: Araska, 2019.

Tinambunan, Edison R.L., and Kristoforus Bala. “Di Mana Letak Kebahagiaan? Penderitaan, Harta, Paradoksnya (Tinjauan Filosofis Teologis).” Seri Filsafat Teologi Widya Sasana 24, no. 23 (2014): 31–34.

Ulya, Nabila Naivatul. “Konsep Kebahagiaan Erbe Sentanu dan Martin Seligman (Erbe Sentanu and Martin Seligman’s Concept of Happiness).” Happiness 8, no. 2 (2024): 96–112.

Yubileo, Yustinus. “Kajian atas Filsafat Intersubjektif Martin Buber untuk Merefleksikan Relasi dengan Teman Tuli.” Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, 2024.

Zakaria, Norazimah. “Daripada Introspeksi Diri kepada Naratif Merantasi Zaman dan Sempadan dalam Karya A. Halimali.” Jurnal Melayu 17, no. 2 (2018): 113–23.