KEKUASAAN DAN WACANA SOSIAL: HOAKS SEBAGAI KONTROL TERHADAP KEBIJAKAN PUBLIK DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF MICHEL FOUCAULT
Main Article Content
Abstract
In the digital era, hoaxes have become a phenomenon that cannot be understood merely as false information or lies that contradict truth. This research aims to analyze how hoaxes are produced and utilized within power relations to influence public perception regarding public policies, using Michel Foucault's power-knowledge perspective. This study employs qualitative methods with a literature review approach, analyzing various academic literature, scientific journals, and other relevant sources. The research findings demonstrate that hoaxes function not merely as erroneous information but also as discursive practices that shape how societies understand social and political reality. Through processes of repetition, dissemination, and normalization, hoaxes can be accepted as truth and influence public response to certain policies. This phenomenon is evident in several cases and public policies in Indonesia, including during the pandemic, free nutritious meal programs, and elections. This research affirms that the contest for truth in the public sphere cannot be separated from power relations, as those capable of shaping discourse have significant influence in determining what society considers true, legitimate, and trustworthy.
Di era digital, hoaks telah menjadi fenomena yang tidak bisa dipahami sekadar sebagai informasi palsu atau kebohongan yang bertentangan dengan kebenaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana hoaks diproduksi dan digunakan dalam relasi kekuasaan guna memengaruhi persepsi masyarakat terkait kebijakan publik, dengan menggunakan perspektif kuasa-pengetahuan Michel Foucault. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur akademik, jurnal ilmiah, dan sumber relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hoaks tidak hanya berfungsi sebagai informasi yang keliru, tetapi juga sebagai praktik wacana yang membentuk cara masyarakat memahami realitas sosial dan politik. Melalui proses pengulangan, penyebaran, dan normalisasi, hoaks dapat diterima sebagai kebenaran dan memengaruhi respons publik terhadap kebijakan tertentu. Fenomena ini terlihat dalam beberapa kasus dan kebijakan publik di Indonesia, seperti pada pandemi, program makanan bergizi gratis, hingga pemilu. Penelitian ini menegaskan bahwa perebutan kebenaran di ruang publik tidak dapat dipisahkan dari relasi kekuasaan, karena pihak yang mampu membentuk wacana memiliki pengaruh besar dalam menentukan apa yang dianggap benar, sah, dan layak dipercaya oleh masyarakat.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Abdullah Khozin Af. “Konsep Kekusaan Michel Foucault.” Teosofi: Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran Islam 2, no. 1 (2012).
Adiputra, Wisnu Martha. “Antara Kuasa Dan Kebohongan Dan Kebebasan Beropini Warga: Analisis Wacana Foucaldian Pada Hoaks Pandemi Corona Di Indonesia.” Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi 10, no. 1 (2021): 12–21.
Albert Wirya. “Rezim Kebenaran Rasionalisme Dalam Diskursus Kegilaan Dan Tindakan Pendisiplinan Pasung Sebagai Kejahatan.” Jurnal Kriminologi Indonesia 9, no. 1 (2013).
Azzahra, Faradiba. “Potret Echo Chamber Digital Dan Krisis Demokrasi: Distorsi Opini Publik Di Era Algoritma Dan Buzzer Politikdi Indonesia.” JP: Jurnal Polahi 3, no. 3 (2025). https://jp.iregway.com/index.php/polahi.
Beta, A. Rivai, Sy. Nurul Syobah, M. Tahir, Ahmad Syahab, and Abdurrahman Amin. “Literasi Digital Pada Remaja Dalam Upaya Menangkal Informasi Hoax Jelang Pemilu 2024.” Jurnal JPPMI 1 (2022). 6.
Butar, Yopita Desriana. “Analisis Penyebaran Hoax Di Media Sosial Dan Dampaknya Terhadap Masyarakat.” JPBB: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Budaya 2, no. 3 (2024).
Febriansyah, and Nani Murani Muksin. “Fenomena Media Sosial: Antara Hoax, DestruksiDemokrasi, Dan Ancaman Disintegrasi Bangsa.” Jurnal Sebatik 24, no. 2 (2020). https://doi.org/10.46984/sebatik.v24i2.1091.
Foucault, Michel. Discipline and Punish: The Birth of the Prison. Edited by Alan Sheridan. Terj. New York: Discipline and Punish: The Birth of the Prison, 1975.
———. “Governmentality.” In The Foucalut Effect: Studies in Governmentality, edited by Graham Burchell, Colin Gordon, and Peter Miller. Chicago: The University Of Chicago Press, 1991.
———. Power/Knowledge: Selected Interview and Other Writings 1972-1977. Edited by C. Gordon. Terjemahan. New York: Pantheon, 1984.
———. The Archaeologhy of Knowledge. London dan New York: Routledge Classics, 1969.
———. The History of Sexuality : Vol. I An Introduction. New York: Pantheon Books, 1978.
Hardiman, F. Budi. Kebenaran Dan Para Kritikusnya: Mengulik Idea Besar Yang Memandu Zaman Kita. Yogyakarta: Kanasius, 2023.
Kamahi, Umar. “Teori Kekuasaan Michel Foucault: Tantangan Bagi Sosiologi Politik.” Jurnal Al-Khitabah 3, no. 1 (2017).
Manokha, Ivan. “Konsep Foucault Tentang Kekuasaan Dan Diskursus Global Hak-Hak Asasi Manusia.” In Michel Foucault Dan Hubungan Internasional: Kajian Kritis Terkini. Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2014.
Martono, Nanang. Sosiologi Pendidikan Michel Foucault: Pengetahuan, Kekuasaan, Disiplin, Hukuman Dan Seksualitas. Jakarta: Rajawali Pers, 2014.
Pratama, Refaldi Andika. “Kekuasaan, Pengetahuan, Dan Hegemoni Bahasa Dalam Perspektif Michele Foucault Dan Francis Bacon.” Jurnal Filsafat Indonesia 4, no. 1 (2021).
Putra, Febriansyah, and Haldi Patra. “Analisis Hoax Pada Pemilu: Tinjaun Dari Perspektif Pendidikan Politik.” Naradidik: Jurnal Of Education & Pedagogy 1, no. 2 (2023).
Sarjito, Aris. “Hoaks, Disinformasi, Dan Ketahanan Nasional: Ancaman Teknologi Informasi Dalam Masyarakat Digital Indonesia.” Journal of Governanceand Local Politics 6, no. 2 (2024). https://doi.org/10.47650/jglp.v6i2.1547.
Silalahi, Rut Rismanta, and Vinta Sevilla. “Rekonstruksi Makna Hoaks Di Tengah Arus InformasiDigital.” GLOBAL KOMUNIKA 1, no. 1 (2020).
Simarmata, Janner, Muhammad Iqbal, Muhammad Said Hasibuan, Tonni Limbong, and Wahyuddin Albra. Hoaks Dan Media Sosial: Saring Sebelum Sharing. yayasan kita menulis, 2019.
Siregar, Mangihut. “Kritik Terhadap Teori Pengetahuan-Kekuasaan Foucault.” Jurnal Imlu Sosial Dan Ilmu Politik 1, no. 1 (2021).
Sofwatillah, Risnita, M. Syahran Jailani, and Deassy Arestya Saksitha. “Tehnik Analisis Data Kuantitatif Dan Kualitatif Dalam Penelitian Ilmiah.” Journal Genta Mulia 15, no. 2 (2024). https://ejournal.stkipbbm.ac.id/index.php/gm.
Suyoga, I Putu Gede, and I Made Gede Anadhi. Pemaknaan Hoax Sebagai Wacana Sosial. Prosiding Nasional Filsafat. Denpasar: IHDN Press, 2019.
Svendsen, Lars. Filsafat Kebohongan. Edited by Anton Kurnia. Terjemahan. Tangerang: Penerbit Baca, 2022.
Syafiuddin, Arif. “Pengaruh Kekuasaan Atas Pengetahuan: Memahami Teori Relasi Kuasa Michel Foucault.” Refleksi: Jurnal Filsafat Islam Dan Pemikiran Keislaman 18, no. 2 (2018). https://doi.org/10.14421/ref.v18i2.1863.
Syahputra, Iswandi. “Post Media Literacy: Menyaksikan Kuasa Media Bersama Michel Foucault.” Jurnal ASPIKOM 1, no. 1 (2010).
Wisnu Martha Adipura. “Antara Kuasa Dan Kebohongan Dan Kebebasan Beropini Warga: Analisis Wacana Foucaldian Pada Hoaks Pandemi Corona Di Indonesia.” Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi 10, no. 1 (2021).